BANNER

banner kecil

Minggu, 16 September 2012

Tanah dan Bangunan Masjid Jami' Asy-Syahadatain Panguragan

Selama ini, kendala pembangunan Masjid Jami' adalah bukan hanya faktor material atau finansial, namun juga karena adanya kontrofersi panitia dan konsep bangunan masjid. Dalam acara Halal bi Halal Jama'ah Asy-Syahadatain Indonesia di Wanantara Cirebon pembahasan mengenai tema tersebut menjadi materi inti pembahasan.

Acara yang dihadiri oleh puluhan anak-cucu-mantu Abah Umar serta habaib ini berlangsung dengan suasana hangat. Terlihat sesekali mereka saling bercanda dalam sela-sela musyawarah khas mereka. Acara ini dibuka oleh Habib Drs. Abdurrahman, PhD selaku ketua umum Jama'ah Asy-Syahadatain Indonesia. "Saya berharap bahwa momen acara ini menjadi ajang wa'tashimu bihablillah jami'an" tegas Habib Abdurrahman.

Hadir sebagai nara sumber utama dalam pembahasan status tanah dan masjid adalah Habib Ahmad bin Ali bin Yahya suami dari Syarifah Zainab binti Umar bin Yahya. "Tanah masjid kita ini masih atas nama Zainab binti Umar. Namun setelah kami keluarga mengadakan musyawarah akhirnya diputuskan untuk mewakafkan tanah tersebut. Selanjutnya wakif nanti akan menyerahakan kepada nadzir yang berjumlah 9 orang" tegas Habib Ahmad bin Ali

"Pernyataan pewakafan tanah masjid merupakan berita yang membahagiakan bagi jama'ah Asy-Syahadatain dan membanggakan bagi keluarga Syaikhuna, untuk itu kita patut bersyukur dan semoga kedepan akan mudah untuk merancang dan membangun masjid yang lebih nyaman nan indah" tutur Habib Abdurrahman bin Yahya

Harapan dari Jama'ah Asy-Syahadatain dari adanya wakaf ini sebagaimana dijelaskan oleh Habib Muhammad bin Aqil Inderamayu, adalah untuk memperkokoh kekeluargaan kita dan memajukan Jamaah. Karena dengan wakaf akan mudah dalam pembangunan dan ketika masjid lebih cepat dibanguan maka jama'ah akan nyaman beribadah.

Lebih lanjut, dalam diskusi Syarifah Fatimah Zahro binti Umar mempertanyakan kapan pembangunan akan segela dilanjutkan dan diselesaikan. Habib Abdurrahman bin Umar menjawab: "yang kita butuhkan saat ini adalah merevitalisasi dulu semangat keluarga Abah Umar, setelah itu baru bangunan fisik akan segera dilaksanakan"

1 komentar:

  1. sip, alhamdulillah ketemu juga dengan mas icuk, salam dari Mahmud Tugu Indramayu

    BalasHapus