BANNER

banner kecil

Senin, 28 Mei 2012

Keshalihan Sosial dan Keshalihan Individu

Yen kepengen Islam ira sempurna # Aja ngelarani makhluk niyatana (syair Abah Umar)
Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Uniknya manusia tidak akan bisa menjalani kehidupan dengan sempurna apabila tidak berinteraksi sosial kepada yang lain. Tentunya pembaca masih ingat dengan hadits Nabi yang mengatakan bahwa amal yang paling utama adalah memuliakan tetangga. Hadits tersebut menunjukkan bahwa interaksi sosial dengan sesama manusia merupakan ibadah yang paling utama di sisi Allah.
Ulama membagi kategori ubudiyah seseorang menjadi dua yaitu ibadah mahdlah yaitu hubungan vertikal dengan Allah atau habl min Allah dan ibadah ghairu mahdlah yaitu hubungan horinsontal antar makhluk Allah atau habl min an-nas.
Dalam setiap ayat al-Quran yang berisi dengan amal ibadah kepada Allah pasti disertai amal ibadah kepada sesama manusia. Seperti ayat "sesungguhnya orang yang beriman dan beramal shalih", ayat tersebut terbagi menjadi dua kategori orang yang beriman adalah habl min Allah atau hubungan vertikal kepada Allah dan sedangkan beramal shalih adalah habl min an-nas atau hubungan horisontal kepada sesama makhluk.
Keindahan hukum syariat Islam dalam mengatur interaksi vertikal maupun horisontal sangatlah sempurna. Maka tidak salah jika Allah mensejajarkan antara iman dan amal shalih. Begitu pula Rasulullah menegaskan bahwa interaksi horisontal merupakan ibadah yang paling utama. Hal tersebut karena manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan.
Syair Abah Umar yang telah penulis kutip merupakan cerminan bahwa tidak menyakiti orang lain adalah amal yang dapat menyempurnakan iman. Mafhum Mukhalafah dari hal tersebut adalah berbuat baik kepada orang lain adalah hal yang dapat menyempurnakan iman. Senada dengan sebuah hadits:
"Hamba yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain, amal yang paling utama adalah memberi kebahagiaan kepada hati orang mukmin, baik memberikan makan bagi orang lapar, melapangkan kesempitan maupun mendatangkan kebutuhan duniawi. Ada dua hal tidak adalah yang melibihi kotorannya, yaitu menyekutukan Allah dan menyakiti muslim".

oleh: Yusuf Muhajir Ilallah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar