BANNER

banner kecil

Selasa, 01 Mei 2012

sekilas tentang Majelis Masyayikh Jama'ah Asy-Syahadatain


Qur’an Hadits Ijma’ Qiyas sumberane # Kanggo ngatur badan kula neng dunyane
Artinya: “Al Quran, Hadis Nabi, Ijma’ dan Qiyas merupakan sumber tuntunan Jama’ah Asy-Syahadatain untuk mengatur kehidupan di dunia”
Setelah setengah abad lamanya kita telah ditinggal oleh yang mulia Sayyidi Syaikhuna al-Mukarram Habib Umar bin Isma’il bin Ahmad bin Yahya, seakan-akan Jama’ah Asy-Syahadatain kehilangan karakter seorang guru mursyid sebagai penuntun amalan tarekat. Namun kita sebagai muridnya haruslah tetap optimis bahwa beliau tidak akan pernah meninggalkan kita, dan tidak akan pernah mengabaikan kita.
Kebersamaan dan perasaan satu yang mencerminkan ukhuwah Islamiyyah haruslah kita jaga hingga akhir masa. Karena dengan ukhuwwah itulah kita dapat mendapatkan kembali keutuhan tuntunan yang berserakan seakan-akan terpecah menjadi berkeping-keping. Layaknya sebuah sejarah pengumpulan hadits-hadits Nabi dimasa pasca meninggalnya Nabi, kita pun di tuntut untuk menyatukan tuntunan Habib Umar yang disampaikan kepada masing-masing sahabat beliau dalam waktu dan tempat yang berbeda.
Namun tidak jarang tuntunan tersebut disalahartikan atau disalahfahami sehingga banyak yang menyimpang dari tuntunan yang sebenarnya. Untuk itu hadir lah Majelis Masyayikh Jama’ah Asy-Syahadatain sebagai solusi atas keadaan tersebut. Majelis yang dibentuk oleh ormas Jama’ah Asy-Syahadatain Indonesia ini juga berfungsi sebagai mesin pencetak generasi yang solid dalam mengamalkan tuntunan dan sebagai penggali informasi (baca:pentashih) tentang tuntunan, sejarah, syair dan aurad Habib Umar.
Semoga kehadiran Majelis Masyayikh Jama’ah Asy-Syahadatain dapat mewarnai dan menjadikan solusi problem sejama’ah dan luar jama’ah yang berhubungan dengan tuntunan Habib Umar. Saat ini yang menjadi ketua umum periode 2011 s/d 2016 adalah Bapak Amiruddin, M.Ag Wanantara.

1 komentar: